Rabu, 24 Februari 2010

Hubungan Ilmu Budaya Dasar dalam Sistem Informasi

Ditulis oleh :
Faizal Reza

Universitas Gunadarma
Depok
2010

Dosen
Harry Mufrizon

Abraksi
Karya ilmiah ini menjelaskan tentang hubungan ilmu budaya dasar dengan Sistem informasi yang berkembang pesat. Kedua ilmu ini di dalam kehidupan sehari-hari kita sangatlah penting dan berpengaruh atau berkaitan. Karena setiap orang pasti melakukan komunikasi, dari informasi yang orang dapat akan berpengaruh dalam kehidupan masing-masing orang. saat orang saling berkomunikasi, pasti ada informasi yang dapat diterima, ada jug informasi yang tidak dapat diterima, Biasanya dalam keadaan seseorang dapat menerima informasi yang dianggap baik dan benar, karena penyampaian yang baik saat berkomunikasi. seseorang akan mengaplikasikan kehidupannya dengan informasi yang telah diterima orang tersebut. Orang akan terpengaruh oleh informasi yang telah dia dapat. Dalam penyampaiannya juga membutuhkan etika dan budaya agar seseorang dapat menerima apa yang disampaikan dengan baik. Informasi tidak hanya diaplikasikan pada cara masyarakat berkomunikasi saja. Tetapi, juga cara kita mendapatkan berita dari berbagai sumber. internet adalah alat pemberi informasi tercepat, akurat, dan mudah untuk di akses di semua kalangan. Kita tahu undang-undang dibuat untuk membatasi kelakuan manusia, agar tidak keluar jalur. UU-ITE misalnya, ini menunjukan bahwa etika dan budaya perlu ada dalam menerima atau penyampaian di dunia maya. Hal ini penting, karena untuk membentuk pola pikir masyarakat yang sehat dan logis.
Selain itu masing – masing dari ilmu ini, satu sama lain juga saling memiliki manfaat bagi kehidupan kita.

BAB 1
A. Latar Belakang Masalah
Sekarang ini banyak masalah mengenai informasi. Masalah ini banyak timbul disebabkan kurangnya komunikasi, kurangnya pengertian terhadap informasi yang disampaikan, dan cara penyampaian yang kurang baik terhadap satu orang yang satu dengan yang lainnya. Dengan adanya karya ilmiah ini, saya berusaha menjelaskan hubungan budaya dalam sistem informasi dengan bahasa yang ringan, agar mudah dipahami pembaca.
B. Perumusan Masalah
1. Apa pengertian sistem informasi
2. Apa pengertian dari ilmu budaya dasar
3. Apa hubungan antara ilmu budaya dasar dengan sistem informasi
4. Apa manfaat dari hubungan tersebut

C. Tujuan Masalah

1. Sistem informasi adalah Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklarifikasikan atau diolah atau diinterprestasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
2. Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan
a. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
b. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
c. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
d. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional
3. Banyak hubungan antara ilmu budaya dasar dengan sistem informasi. Suatu komponen budaya yang mempengaruhi adalah interpersonal trust yang terdiri dari minat pribadi, kemampuan, rasa empati, serta sikap percaya kepada sistem.

4. Manfaatnya budaya dapat mencegah atau menhindari dari kesalahan menerima informasi maupun penyampaian informasi dengan etika dan budaya.

BAB II
Landasan Teori

Sistem informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Sistem Informasi Manajemen adalah kunci dari bidang yang menekankan finansial dan personal manajemen. Sistem Informasi Penjualan adalah suatu sistem informasi yang mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan mengenai penjualan.
Ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang mengenai masalah-masalah budaya, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan.

BAB III
Metode penelitian

3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang saya gunakan adalah penelitian korelatif. Yang dimaksud dengan penelitian korelatif adalah penelitian yang menghubungkan data – data yang ada. Sesuai dengan itu, saya menghubungkan data – data yang telah saya dapat dari berbagai sumber menjadi satu kesatuan yang utuh dan saya tulis dalam karya ilmiah ini.

3.2 Sumber Data
Data yang saya ambil, berasal dari banyak sumber. Sumber yang paling banyak saya dapat berasal dari internet. Selebihnya saya ambil dari buku – buku yang berhubungan dengan karya ilmiah ini, dan kutipan – kutipan beberapa bacaan yang ada.

3.3 Teknik Analisis Data
Teknik analisis yang saya lakukan yaitu, mengumpulkan data – data yang saya butuhkan dari masing – masing kedua ilmu tersebut. Setelah itu, saya hubungkan menjadi satu kesatuan yang utuh.

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Pengertian Sistem Informasi
Alter (1992)
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam suatu perusahaan.
Tidak hanya itu pengertian Sistem Informasi yang saya dapat. Misalnya, saya dapatkan juga dari kutipan yang ada. Salah satunya adalah Sistem Informasi adalah sebuah sistem yang dibuat untuk efektivitas suatu management dalam operasinya.
Dari berbagai sumber, pendapat, dan kutipan yang telah saya jelaskan, kita bisa tarik kesimpulan dari data – data diatas. Kesimpulanya yaitu, bahwa Sistem Informasi adalah suatu perangkat yang memiliki banyak fungsi dan dikerjakan melalui prosedur kerja serta orang – orang dengan menggunakan teknologi atau sistem yang ada untuk tujuan yang spesifik dan memberikan informasi pada masyarakat banyak.

4.2 Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah – masalah manusia dan kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang aslinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Pengetahuan budaya mempunyai tujuan yaitu, untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Maksud dari tujuan di atas yaitu, kita sebagai manusia harus saling mengerti dan menghormati setiap kebudayaan yang ada dan yang dijalankan oleh masing – masing masyarakat yang memiliki budayanya sendiri.
Adanya budaya sangatlah penting dalam menjalankan hidup ini dan merupakan salah satu faktor penunjang dalam berorganisasi. Karena, budaya juga bisa diartikan sebagai sikap atau etika yang pasti dimiliki oleh semua orang. Mengerti budaya, pasti mengerti juga tentang perlunya beretika sopan pada siapapun, dimanapun, kapanpun, dan apapun dalam menghadapi persoalan yang ada. Jadi, adanya budaya sangatlah membantu kita untuk membangun cara berpikir kita dalam beretika kepada setiap orang.

BAB V
Penutup

5.1 Kesimpulan
Kesimpulannya adalah Ilmu Budaya berpengaruh dalam sistem informasi, Membentuk kita dalam bertindak, bertingkah laku, dan berfikir. Suatu komponen budaya yang mempengaruhi adalah interpersonal trust yang terdiri dari minat pribadi, kemampuan, rasa empati, serta sikap percaya kepada sistem. Agar kita dapat mengoptimalkan informasi dengan baik dan benar.

5.2 Saran
Berdasarkan data dan kesimpulan diatas dari keseluruhan karya ilmiah ini, maka saya menyarankan kepada pembaca, agar mau mengenali apa itu Sistem Informasi dan Ilmu Budaya Dasar, karena dengan mempelajarinya kita sebagai masyarakat akan lebih mengerti cara untuk menyampaikan dan mendapatkan informasi secara jelas, dan penyampaian yang baik.

Sabtu, 16 Januari 2010

UU-ITE

Menurut saya dengan dibuatnya Undang-undang tentang informasi dan transaksi elektronik saat ini, terlalu membebani serta membatasi komunikasi khususnya di dunia maya/internet. Karena dengan hal tersebut, maka akan ada pihak-pihak yang memanfaatkan undang-undang tersebut. Sehingga bila seseorang ingin berkeluh kesah dengan apa yang dialaminya/ mengemukakan pendapatnya, akan ada pihak yang mencari-cari kesalahan dari permasalahan yang menurut dia menyinggung sesuatu yang seharusnya tidak perlu dipermasalahkan.
Memang betul kebebasan berpendapat itu perlu dibatasi, agar tidak terjadi provokasi/ pihak yang dirugikan. Oleh karena itu Undang-undang tentang ITE saat ini perlu direvisi dan dikaji ulang kembali,agar tidak terjadi kontroversi dan tidak ada pihak yang disudutkan. Sehingga tercipta suatu peraturan yang adil dan disiplin bagi semua masyarakat.

Terima kasih...

Senin, 04 Januari 2010

Tugas Ilmu sosial Dasar 2

1. Jika anda menjadi seorang relawan yang terpilih dari kampus untuk dikirim kelokasi gempa. tetapi anda tidak menempatkan barayaran apa yang anda lakukan?
Jawab:saya akan berangkat dengan sukarela sebagai manusia sosial semesinya kita saling membantu walau tanpa bayaran. kita toh tak bisa hidup tanpa orang lain.

2. Jika anda seorang mahasiswa yang menghadiri sebuah forum diskusi yang berbeda-beda falkultas kemudian terjadi perbedaan pendapat, dimana pendapat anda itu menurut anda benar,tetapi disanggah oleh berbeda falkultas. bagaimana anda menyikapinya? dan pada saat itu apa yang anda lakukan?
jawab:saya percaya pendapat saya adalah jawaban yang benar. saya akan terus mempertahankan jawaban saya dengan fakta-fakta atau bukti-bukti apabila ada.

Keluaran terbaru dari keluarga Mac OS X

Tanggal 26 Oktober 2007 kemarin Apple meluncurkan versi terbaru dari Sistem Operasi Mac OS X – versi 10.5 - yang diberi nama panggilan Leopard. Sistem operasi yang katanya merupakan ‘panutan’ dari Microsoft dalam mendesain Vista-nya ini di-klaim sebagai update terbesar dari Mac OS X dengan lebih dari 300 fitur baru jika dibandingkan dengan versi sebelumnya – Tiger.Apple sendiri mendedikasikan berhalaman-halaman web untuk menampilkan berbagai fitur utama Leopard di http://www.apple.com/macosx/features/, dan satu halaman yang sangat panjang untuk mendeskripsikan (hampir?) semua fitur terbarunya itu secara singkat di situs mereka. Silakan kunjungi: http://www.apple.com/macosx/features/300.html untuk bisa melihatnya. Apple juga menyediakan video pengenalan dari sistem operasi terbarunya tersebut yang berdurasi hampir setengah jam dan bisa ditonton di situsnya di http://www.apple.com/macosx/guidedtour/ atau di download sebagai file Quicktime berekstensi .mov dengan ukuran sedikit lebih besar dari 80 Megabyte.
Para pengguna fanatik Apple tentu saja sudah menunggu-nunggu ‘kucing terbaru’ ini, tetapi mereka ternyata tidak sendiri. Sebuah analisis di internet melaporkan bahwa banyak juga pengguna Windows yang berpindah ke lain hati karena kekecewaan mereka terhadap Vista.
Mengenai masalah ini Steve Jobs – sang boss Apple – dengan sedikit bercanda (atau tidak?) berkata bahwa dia tidak akan membeda-bedakan dan dengan satu harga (US$ 129 untuk satu license, atau US$ 199 lima license) semua orang akan mendapatkan versi Ultimate dari Leopard. Sebuah sindiran yang mengena untuk Vista yang diluncurkan dengan banyak sekali versi di mana versi termahal (U$ 399.95 untuk satu license) dan paling lengkapnya dinamakan versi Ultimate (tabel perbandingan antara berbagai versi Vista dan fiturnya masing-masing bisa dilihat di sini: http://images.amazon.com/images/G/01/software/detail-page/vista-compare-2.jpg).

Berbagai fitur baru yang paling menonjol
Selain penyempurnaan dari wajah lama yang sebelumnya sudah ada di Tiger, dari tigaratusan fitur barunya Leopard juga membawa banyak pendatang yang benar-benar baru. Berikut adalah beberapa diantaranya.

Stack
Perubahan yang paling pertama akan kelihatan adalah wajah baru dari Desktop. Memang dia menjadi semakin cantik, tetapi fokus kita bukanlah wajah Desktop melainkan kemampuan barunya yang bernama Stack.
Dengan Stack, para pengguna Leopard akan mendapatkan berbagai item yang sejenis yang biasanya ‘bertebaran berantakan’ di permukaan Desktop ‘tertumpuk’ rapi di menubar. Selain bisa memilih untuk menyusun dalam bentuk tumpukan melengkung (fan) atau terkelompok (grid), pengguna Leopard juga bisa memilih item jenis apa yang akan dikelompokkan.

Finder a’la iTunes
Memang Finder bukanlah anggota baru, tetapi sekarang dia memiliki pilihan tampilan yang baru. Sama seperti kejadian clickwheel milik iPod Nano yang diadaptasi untuk iPod Classic, rupanya tampilan coverflow iTunes yang diadaptasi ke iPhone dan iPod Touch begitu disukai sehingga diadaptasi juga pada Finder.
Mungkin Apple juga berencana untuk mengadaptasi teknologi sentuh permukaan multi-touch yang saat ini digunakan pada iPhone dan iPod Touch pada jajaran produk komputernya. Bisa diramalkan bahwa hasilnya pasti akan keren sekali dan akan melibas para pesaingnya - asalkan harga jual produknya tidak melambung gila-gilaan saja.

Melihat dengan Cepat
Pastinya pengalaman menejemen file yang selama ini terasa membosankan akan menjadi jauh lebih menyenangkan dengan adanya fitur coverflow di Finder. Gunakan panah di keyboard untuk berpindah dari satu file ke file lainnya. Tetapi yang lebih hebat adalah ketika tombol Spacebar ditekan. Para pengguna Leopard akan bisa dengan cepat melihat isi dari file yang sedang terpilih di Finder. Tanpa sama sekali membuka aplikasi default-nya, apapun jenis file-nya; mulai dari image, text file, PDF, movie, presentasi, attachment Mail, sampai dengan file Microsoft Word dan Excel. Fitur ini akan sangat berguna jika digabungkan juga diengan Time Machine yang akan kita bahas berikut ini.

Mesin Waktu
Tidak bisa disangkal bahwa salah satu fitur baru Leopard yang paling banyak mendapatkan perhatian adalah Time Machine. Ini adalah sistem backup file total yang akan bisa mengembalikan file yang terhapus baik sengaja ataupun tidak. Seolah-olah kita dibawa kembali ke waktu dimana file tersebut belum terhapus. Tentu saja sistem backup file bukanlah barang baru. Tetapi seperti kata seorang analis bidang TI di internet, keistimewaan Apple adalah bahwa mereka bisa membuat suatu proses yang sudah dianggap biasa berjalan dengan semestinya, dan juga mudah dan indah.
Sebuah penggambaran yang tepat untuk kinerja Time Machine. Yang perlu dilakukan hanyalah menghubungkan sebuah eksternal drive (dengan kapasitas yang memadai tentunya), menekan satu tombol untuk memilih drive tersebut sebagai media backup, dan membiarkan semuanya berjalan secara otomatis. Memang seperti itulah seharusnya sistem backup berjalan.

Notes, ToDos dan Templates di Mail
Satu lagi pemain lama yang diberikan kemampuan baru, Mail. Selai kemampuannya untuk mengelola email, sekarang Mail memiliki fitur pembuatan catatan (Notes) di atas ‘kertas’ kuning bergaris - fitur biasa yang menjadi powerful karena terintegrasi juga dengan kemampuan membuat ToDo dengan cepat. Notes juga bisa diletakkan di Inbox sehingga mau tidak mau akan terbaca juga. Jadi tidak ada alasan lupa.
Selain itu Mail juga diperkaya dengan berbagai Template indah yang bisa langsung dipergunakan untuk mengirimkan, misalnya, kartu ucapan ulang tahun elektronik atau undangan rapat yang stylish. Sekali lagi, penggunaan templates bukanlah hal baru, tetapi Apple tahu kapan waktu yang tepat untuk meluncurkannya. Saat ini kecepatan koneksi internet secara umum dan kemampuan pengolahan grafis komputer sudah tidak akan lagi menjadi penghambat penggunaan berbagai templates yang ’berat’. Selain itu, siapa sih yang mempertanyakan mutu desain tampilan templates dari Apple?

Berbagi Layar lewat iChat
Lewat iChat, Apple membawa proses ngobrol-ngobrol biasa lewat koneksi network selangkah lebih maju dengan kemampuan iChat untuk saling mengakses Desktop dari komputer lawan bicara kita. Dengan seijin penggunanya tentu saja.
Dengan ‘menguasai’ komputer lawan bicara, seseorang bisa membantu temannya untuk menyelesaikan masalah. Selain itu, proses berbagi file juga menjadi sangat mudah. Kemampuan ini membuka kemungkinan bagi pihak-pihak yang sedang terhubung untuk berkolaborasi mengerjakan sesuatu secara bersama-sama.
Satu hal yang menyenangkan dari iChat baru adalah kemampuannya untuk mengubah latar belakang. Seseorang bisa dibuat seolah-olah sedang berbicara dari depan menara Eifel di Paris. File video juga bisa dijadikan latar belakang sehingga semuanya menjadi sangat nyata.

Membagi-bagi ruang kerja
Multitasking – mengerjakan banyak hal dalam satu waktu yang bersamaan - sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya kerja masyarakat modern. Sepertinya aneh jika hanya ada satu aplikasi yang terbuka pada satu saat di komputer anda. Akibatnya tentu saja sudah bisa diduga: tampilan komputer menjadi berantakan dengan berbagai hal yang saling tindih menindih, anda menjadi bingung, dan produktifitas menurun.
Solusi yang diberikan Apple adalah Spaces – virtual desktop yang bisa digunakan untuk mengelompokkan berbagai aplikasi untuk sebuah tema yang sama. Misalnya desktop pertama untuk desain, desktop kedua untuk online, desktop ketiga untuk games, dan desktop keempat untuk multimedia. Semua terserah anda. Dengan berpindah-pindah desktop, anda hanya akan dihadapkan pada satu tema saja pada satu saat, dan biasanya tidak lebih dari 3-4 aplikasi saja.
Leopard memberikan kebebasan pada penggunanya untuk membuat sampai dengan 16 virtual desktop, tetapi sepertinya 4 sudah lebih dari cukup untuk seorang pengguna biasa.

Membuka Jendela
Ada satu hal pada Leopard yang sudah bisa dicicipi sejak lama di Tiger. Namanya Bootcamp. Sekarang Bootcamp sudah lulus dari masa training-nya dan sudah bukan aplikasi beta lagi. Konsekuensinya, Bootcamp hanya tersedia lewat Leopard dan tidak bisa di-download secara bebas seperti dulu.
Kemampuan mesin Mac plus Bootcamp untuk menjalankan Windows di klaim sebaik (menurut uji lab oleh banyak pihak malahan katanya lebih baik daripada) komputer yang dibangun khusus untuk Windows – yang biasa disebut sebagai PC.
Mungkin secara sederhana bisa dikatakan bahwa dengan memiliki sistem PC anda bisa menjalankan Windows tetapi tidak bisa menjalankan Mac (setidaknya tidak secara resmi dan tanpa cacat cela), sedangkan memiliki sistem Mac berarti bisa menjalankan Mac OS sekaligus Windows dengan baik.

Meng-upgrade sistem Ke Leopard
Meskipun sebetulnya proses penggantian sistem operasi di Mac anda dari Tiger ke Leopard itu sesederhana memasukkan DVD installer mengklik OK lalu menunggu, tetapi untuk mereka-mereka yang perfeksionis, berikut adalah beberapa sumber yang bisa dijadikan pegangan untuk memastikan segalanya akan berjalan dengan sebaik-baiknya:
http://switchtoamac.com/guides/mac-os-x/version/leopard/upgrading-to-mac-os-x-leopard.html
dan
http://www.macworld.com/2007/10/secrets/tcoleopardupgrade/index.php?lsrc=mwrss
Untuk para pemilik Mac ‘tua’, jangan lupa juga untuk memastikan bahwa sistem anda memenuhi persyaratan minimum, yaitu prosesor G4 867 Mhz, memory 512 MB, sisa ruang kosong di hard disk sebesar 9 GB, juga DVD Drive.

Cah Banyuwangi